A.C. Milan

Sabtu, 19 Oktober 2013

Laporan Pengembangan Pribadi (QMS 1)



BAB I
PENDAHULUAN

Seiring Perkembangan Zaman, Ilmu Pengetahuan sangat penting hal ini terbukti dengan banyaknya sumber daya manusia yang semakin berkualitas yang mampu bersaing didunia luar. Dalam hal ini pengetahuan tentang sikap (attitude) sangat penting dalam dunia kerja, untuk membentuk karakter yang sopan, disiplin, dan jujur.
Dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, sasuai dengan kebutuhan dunia kerja maka Pembelajaran Quality Managemnet System ini sangat penting untuk Mahasiswa dalam mempelajari sikap (attitude).
Quality Management System menuntun Mahasiswa agar membentuk suatu karakter yang mempunyai sikap Sopan, Adil, Jujur, dan Tangguh. Oleh karena itu sebagai Mahasiswa Politeknik Negeri Manado, membuat Laporan Pengembangan Pribadi mengenai apa yang telah dipelajari selama mendapatkan pembelajaran.






BAB II
PEMBAHASAN


2.1 GLOBALISASI DAN DAYA SAING

2.1.1 Globalisasi
Globalisasi adalah perubahan dari masa lalu kemasa sekarang dalam bidang ekonomi / teknologi.terjadinya pertukaran teknologi, ekonomi, budaya, dll.dampak globalisasi seperti mencairnya gunung es, dll.globalisasi telah mendunia, buktinya dikehidupan kita sekarang terjadi globalisasi dimana-mana.contohnya, seat ini kita ada alat-alat komunikasi HP yang canggih, kita dapat saling berkomunikasi walau dalam jarak yang jauh juga dapat menggunakan fasilitas 3G yang dapat bertatap muka walau dalam jarak jauh.sehingga dari globalisasi menimbulkan daya saing. Tujuan kita mempelajari QMS adalah supaya kita menjadi pemimpin yang berpengetahuan, mempunyai skill, dan punya etika.QMS atau system manajemen mutu, agar kita menjadi manusia yang bermutu, manusia yang bermutu bukanlah egois.pada saat kita menjadi pemimpin kita harus merendahkan diri, artinya pada saat ada karyawan yang memberikan pendapat/masukan, kita harus menerima masukan tersebut.janganlah kita menjadi pemimpin yang egois yang tidak mau menerima pendapat/masukan dari orang lain.

Kebanyakan definisi globalisasi diartikan sebagai perpindahan orang, barang, modal dan berfikir-berfikir yang sepadan dan mengakibatkan terjadinya peningkatan ekonomi terpadu yang pada gilirannya dipicu oleh peningkatan perdagangan dan investasi. Hal seperti ini terus menerus maju dalam kehidupan di dunia tanpa batas.








2.1.2 Globalisasi dimulai

Tidak ada yang dapat memastikan sejak kapan globalisasi dimulai, namun
fakta sejarah menyampaikan sebagai berikut :

·                Perkembangan perdagangan yang pesat dan investasi di dunia yang telah memulai pada akhir abad kesembilanbelas
·                Telah diketahui bahwa dunia telah bersatu dan menghasilkan ketetapan garis waktu internasional dan zona waktu dunia antara tahun 1875 dan tahun 1925. Pada masa itu standard internasional menyetujui penggunaan telegram dengan menggunakan sinyal tertentu.
·                Perluasan dan pengembangan perusahaan multinasional memproduksi dan menjual
          produk mereka di pasar domestik dan masyarakat di luar negeri
·                Proses kemandirian kelompok-kelompok menciptakan tuntutan dunia baru.
·                Konferensi Asia-Afrika yang dikenal sebagai “Konferensi Bandung” telah dilangsungkan pada bulan April tahun 1955 di Bandung. Tujuan konferensi adalah memperkenalkan      ekonomi Afro-Asia dan kerjasama budaya untuk menentang penjajah
·                The General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) yaitu kesepahaman dunia tentang Tarif dan Perdagangan telah disetujui oleh 23 negara peserta pada tahun 1947 dan berlaku sampai tahun 1994.
·                jatuhnya benteng yang memisahkan Berlin Timur dan Berlin Barat pada tahun1989.
·                Nelson Mandela mengakahiri system apartheid di Afrika Selatah tahun 1990.
·                Pada tahun 1990-an, dengan berkembangnya internet memungkinkan organisasi bisnis menghadapi skala global dengan fasilitas yang lebih besar dibandingkan masa sebelumnya.



Sejarah perdagangan sejak lima ratus tahun lalu ditandai dengan kecenderungan dan transaksi-transaksi yang telah menguatkan ikatan hubungan dan ketergantungan yang mendalam. Baru-baru ini kegiatan globalisasi meningkat secara dramatis. Pesawat terbang jet, pelayanan telepon yang murah, e-mail, komputer, aliran permodalan yang cepat, semua ini telah membuat dunia lebih saling bergantung kepada pihak lain dibandingkan sebelumnya.

Sebagai contoh perusahaan multinasional memproduksi produk mereka dibeberapa negara dan menjual kepada konsumen di seluruh dunia. Uang, teknolologi dan bahan mentah lebih mudah bergerak melintasi batas negara.
Perdagangan dunia berkonsentrasi di tiga daerah: Amerika Utara, Eropa Barat dan Asia Tenggara.

Perubahan besar lainnya ditengarai sebagai hasil globalisasi, dimana perusahaan yang sedang berusaha dalam membuka dan memperluas pasar global dan cenderung menjadi trans-nasional (antar negara), investasi (langsung atau tidak langsung) disesuaikan pada regional atau ekonomi nasional di negara terpilih. Mereka juga
merelokasi beberapa kegiatan mereka ke beberapa regional yang berbeda untuk mencari pasar yang baru.

            Ada tiga sudut pandang era globalisasi yang mendunia, yaitu :
-          Induvidu
-          Nasional
-          Internasional

Contoh persaingan induvidu misalnya manado dengan jawa, jawa mempunyai SDM
( sumber daya manusia ) yang termasuk mahasiswa, atau pelajar yang bermutu.
            Contoh persaingan nasioanal misalnya manado menjadituan rumah sains, prov.sulut adalah provinsi yang terbaik karena adanya penataan kota dan administrasi yang baik.
            Indonesia mengenal globalisasi atau pengembangan teknologi kurang lebih 10 tahun.didalam globalisasi ada yang menerima dan menolak.






















2.1.3 Kelebihan dan Kekurangan Globalisasi

Kelebihan Globalisasi :

ü   Kondisi ekonomi negara-negara erat hubungannya dengan ekonomi internasional secara konsisten berkembang jauh lebih cepat dibanding negaranegara yang mencoba melindungi diri. Ekonomi terbuka yang diatur dengan baik telah berkembang dengan tingkat pertumbuhan sekitar 2½ persen lebih tinggi dibanding tingkat pertumbuhan ekonomi yang tertutup dari kekuatan globalisasi.

ü   Perkembangan teknologi secara dramatis mengurangi beban dan harga dan mengubah cara dunia berkomunikasi, belajar, melakukan bisnis dan menanggulangi penyakit. Antara tahu1990 dan 1999, tingkat buta huruf dewasa di negara berkembang menurun dari 35 persen menjadi 29

ü   Dengan adanya komunikasi yang modern,lebih mempermudah berkomunikasi walaupun dari jarak yang cukup jauh.



Kekurangan Globalisasi :

ü   Sejumlah negara tidak mampu mengambil keuntungan dari globalisasi dan standar hidupnya menurun jauh dibawah negara- negara kaya. Selisih pemasukan antara 20% negara-negara kaya dan miskin bertambah dari 30 banding 1 pada tahun 1960 sampai 82 banding 1 pada tahun 1995.

ü   Lingkungan telah dibahayakan spt industri- industri pertanian, kehutanan, pertambangan, perikanan, eksploitasi kodekode lingkungan secara berlebihan dan korupsi merusak perilaku negara berkembang. Perusahaan biji benih pertanian merusak perbedaan biologis bumi, dan membahayakan kehidupan petani.

ü   Persaingan global bisa memicu “pertarungan sampai akhir” dalam tingkat gaji dan standar kerja. Persaingan tersebut juga bisa menimbulkan “pemerasan otak” pekerja ahli, dimana para professional berkualitas seperti doktor, insinyur, dan spesialis IT, bermigrasi ke negara maju untuk mengambil keuntungan seperti gaji yang lebih tinggi dan karir yang lebih besar serta prospek hidup. Hal ini menghasilkan berkurang-nya pekerja berkualitas di negara berkembang.

Menolak :
Budaya ; datangnya budaya inggris yang masuk ke Indonesia merusak budaya yang murni Indonesia.
Pengangguran ; karena adanya teknoklogi dipabrik – pabrik sehingga SDM menjadi berkurang.

Menerima :
Bisnis ; kita dapat menjalankan bisnis dunia dengan adanya teknologi (internet)




2.1.4 Pengembangan Berkelanjutan

Pengembangan berkelanjutan terkait erat dengan proses globalisasi. Masalah-masalah dan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh dukungan terhadap pengembangan berkelanjutan memiliki cakupan global termasuk masalah-masalah dan tantangantantangan terkait dengan keberlangsungan planet ini sebagai tempat tinggal bagi masyarakat manusia.

Laporan komisi Brindtland (The Brundtland Commission Report) menguraikan pengembangan berkelanjtan “sebagai pengembangan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa merusak sesuatu sehingga generasi yang akan datang dapat memenuhi kebutuhannya. Dalam arti luas, keberlanjutan berarti bahwa masukan dalam arti bahan mentah dan energi serta luaran misalnya sisa material dan panas seharusnya dan mampu dimunculkan kembali (regeneratif) dan mampu serap oleh ekosistem..


           
Pengembangan Berkelanjutan itu penting

Aktifitas manusia memiliki pengaruh sangat besar pada lingkungan dunia. Aktifitas manusia termasuk aktifitas industri seperti, pabrik, pertanian, pertambangan, kehutanan dan perikanan. Ada kesadaran secara nasional, daerah dan global bahwa jumlah limbah dan polusi yang dihasilkan oleh aktifitas manusia harus dikurangi dalam skala besar.

Di sejumlah daerah di dunia, pengaruh globalisasi mengancam kelangsungan hidup masyarakat sekitar, khususnya kaum minoritas dan lemah, dan juga mengancam hutan dan habitat lain yang menjadi tumpuan hidup masyarakat. Tekanan-tekanan dan tujuan kritis bagi masa depan umat manusia mungkin ada, dan tidak hanya sekedar memastikan adanya peningkatan yang stabil dalam kualitas kehidupan untuk generasi sekarang dan masa depan. Tekanan terjadi pada cara kita menghargai warisan terutama pada planet yang kita tinggali.



Hal ini terjadi karena orang-orang mencari perubahan positif untuk diri kita, anak dan cucu kita; kita harus melakukannya dengan cara saling menghormati hak semua orang. Untuk melakukan hal ini, kita harus terus belajar tentang diri kita sendiri, potensi kita, keterbatasan kita, hubungan kita, masyarakat kita, lingkungan kita dan dunia kita.

Masalah – masalah lingkungan seperti :

·                Suhu global meningkat lebih cepat dibanding masa lalu yang pernah tercatat dan merusak sistem cuaca di seluruh dunia.
·                Jika kita terus menerus menggunakan bahan bakar fosil seperti sekarang ini, gas akibat rumah kaca di atmosfer akan meningkat sebesar 50% dalam waktu 15tahun
·                Lebih dari 100 juta orang Eropa dan Amerika Utara tinggal di kota dimana udara tidak aman untuk dihirup.
·                Ekonomi yang terbangun oleh manusia sampai sekarang mengkonsumsi sekitar 50% produk alami planet ini setiap tahunnya.
·                Selama sepuluh tahun terakhir, bencana lingkungan telah menyebabkan kerusakanlebih dari $600 miliar—lebih banyak dibanding empat dekade sebelumnyajika digabungkan.
·                populasi dunia sekarang makin banyak sehingga menghadapi akut akan kekuranganair segar, kegagalan produksi makanan, banjir yang menghancurkansegalanya, bahaya kekeringan, dsb.



2.1.5 Implikasi globalisasi di tingkat lokal


Konsep “Berpikir Global Bertindak Lokal” yang sudah sangat dikenal ini adalah sebuah upaya untuk melampaui sentralisasi keseluruhan dengan mengatakan bahwa hal tersebut, kalaupun memang harus terjadi, harus dilakukan dalam konteks lokal. Berpikir global dan mempertimbangkan tidak hanya faktor domestik, tapi juga faktor-faktor internasional sebagai integral untuk membuat keputusan saat ini, dalam pemerintahan, bisnis, dan organisasi tidak berarti kesamaan pikiran, atau hanya satu pendekatan. Ada teramat banyak cara dimana kita bisa berpikir dan bertindak secara global dan dengan melakukannya kita memahami dan memperkuat keberagaman global. Dalam konteks ini, lokal bukanlah lawan dari global, tapi disatukan dan diperkaya dengan impuls-impuls dan pengaruh-pengaruh global. Perlu disadari kenyataan baru ini merupakan bahan dialog antar negara dan budaya berdasarkan nilai-nilai dan perhatian yang sama

2.1.6 Piramid pengambilan keputusan

Piramida pengambilan keputusan akan membantu anda memahami keterkaitan antara aspek globalisasi individu, lokal, nasional dan global, termasuk perbedaan implikasi globalisasi di berbagai level tersebut. Tujuan piramid pengambilan keputusan  adalah untuk menggambarkan keputusan dan pilihan-pilihan “sederhana” yang diambil oleh seseorang dalam kegiatan sehari-hari dan memiliki dampak global, atau sebaliknya, kita perlu memecah keputusan global menjadi pilihan-pilihan kecil yang bisa dipertahankan secara terus menerus di tingkat individu.



Pesan kunci dari keputusan piramida sudah jelas:

·                kita harus meyakinkan bahwa pencapaian tujuan global diterjemahkan untuk dapat bertahan  melalui tindakan lokal yang secara akumulatif membantu pencapaian tujuan;
·                Pihak yang berkepentingan yang memenuhi syarat sebaiknya dilibatkan dalam level yang sesuai dan bermitra dengan yang lainnya untuk tujuan pengambilan tindakan yang benar dari level tersebut.
·                Komunikasi yang baik diantara pihak yang berkepentingan antara level-level dan dalam suatu level khusus merupakan hal yang penting.











2.2 WARGA NEGARA DAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK


            Dikatakan sebagai warga negara yang baik, bila ada pengakuan dari negara yaitu memiliki KTP (kartu tanda penduduk).sebagai warga negara tentunya kita mempunyai hak dan kewajiban mendapat perlindungan, pendidikan, memelukk agama kepercayaan masing-masing. Dan kewajiban kita salah satunya membayar pajak.

            Dalam mengatur negara kepemerintahan adalah yang paling utama. Kepemerintahan yang baik, yaitu :
-          Partisipasi
-          Peraturan & perundang-undangan
-          Transparan
-          Efektif & efisien
-          Responsif
-          Keadilan & inklusif
-          Akuntabilitas

Sebagai pemimpin-pemimpin negara maka harus memiliki sikap :
-          Baik
-          Etika/berwibawa
-          Berkualitas


Persatuan Bangsa-Bangsa dan Hak Azasi Manusia

Untuk mempromosikan dan mewujudkan agenda hak azasi manusia keputusan telah diambil untuk membangun organisasi dunia yang akan mencegah konflik dan membantu pembangunan dunia yang lebih baik. Organisasi baru ini adalah PBB yang telah ada sejak tahun 1945.


Tujuan didirikannya PBB ada empat esensi:

·      menjaga perdamaian dan keamanan
·      mempromosikan pembangunan ekonomi
·      mempromosikan perkembangan hukum internasional dan
·      menjaga pengawasan hak-hak azasi manusia

Untuk mencapai tujuan-tujuan ini, anggota kepemerintahan PBB telah menyusun sejumlah tujuan yang besar dan komplek mencakup setiap efek ruang lingkup kehidupan manusia.

Penekanan yang kuat dari PBB pada hak azasi manusia, membuat hal ini berbeda dengan organisasi internasional pada masa lalu. Anggota PBB dari berbagai negara percaya bahwa perlindungan atas hak azasi manusia akan memberi kebebasan, keadilan dan perdamaian bagi semua orang di masa depan



2.2.1       Pengertian Hak Asasi Manusia
Ada beberapa hak-hak dasar dimana orang dari seluruh dunia telah menyetujuinya, seperti hak untuk hidup, bebas dari penganiayaan dan keributan lainnya, perlakuan yang tidak manusiawi, hak untuk mendapat keadilan, bebas berbicara dan bebas beragama, hak kesehatan, pendidikan dan kehidupan sesuai standard.

Hak-hak tersebut mencakup hak politik dan sipil, seperti kebebasan berbicara dan kebebasan dari siksaan. Hak-hak itu juga mencakup perekonomian, sosial dan budaya, seperti hak mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan. Sejumlah hak diterapkan pada tingkat individu, seperti hak pengadilan yang adil: hak-hak ini disebut hak individu.


2.2.2       Demokrasi dan Kewarganegaraan
Hak azasi manusia hanya diterapkan pada masyarakat demokrasi dimana prinsip dasar dan nilai-nilainya dijelaskan sebelum diterapkan dan diintegrasikan kedalam hukum nasional.


·                Demokrasi

Demokrasi sekali lagi bukan suatu konsep baru dan kembali ke jaman dahulu kala. Sebagai contoh, beberapa dari rakyat KOTA SUMERIAN dipercayai memiliki beberapa bentuk demokrasi dan  kemudian  telah berubah  menjadi monarki. Sumer adalah salah satu penduduk Negara Timur pada jaman dahulu kala, terletak di bagian selatan Mesopotania (Selatan – Timur Irak). Istilah “Sumeran” menggunakan tutur kata bahasa Sumer. Sumer dengan Mesir kuno dan penduduk lembah India dianggap masyarakat pribumi pertama di dunia yang telah memanifesto semua lembaran untuk mengukuhkan sebagai “kepemerintahan sipil”.

Demokrasi (berasal dari kata Yunani kuno demos yang artinya “rakyat” dan kratein yang artinya “mengatur”) adalah bentuk pemerintah di mana semua keputusan negara baik secara langsung atau tidak langsung berada di tangan rakyat lewat proses pemilihan yang adil. Faktor ini dijumpai pada pemerintah yang menerapkannya. Secara konsep sistem ini dapat diterapkan dan digabungkan pada sistem pemerintah lain.




2.2.3       Kewarganegaraan

Dalam arti yang paling sederhana ‘kewarganegaraan’ digunakan sebagai dasar terhadap status seseorang untuk menjadi ‘warga negara’ – yang artinya menjadi anggota suatu masyarakat politik tertentu atau Negara.

Seorang warga Negara ialah suatu anggota masyarakat politik atau Negara. Bagaimana anda menjadi seorang warga Negara bergantung pada faktor-faktor yang berbeda, sebagai contoh tempat kelahiran, ikatan keluarga atau periode tinggal di suatu Negara.Seseorang dapat melihat suatu Negara sebagai suatu masyarakat dengan kepemerintahan biasa, yaitu kultur dan institusi. Indonesia adalah suatu masyarakat actual yang terbentuk dari banyak masyarakat-masyarakat kecil.
           
Masing-masing dari masyarakat-masyarakat kecil ini mempunyai sifatnya masingmasing, yaitu tradisi, sejarah, sikap dan kepedulian Lokal. Masyarakat-masyarakat telah mengubah dan tumbuh sepanjang waktu dan masing-masing mempunyai sejarah tertentu yang diciptakan dari lapisan orang-orang dan kejadian-kejadian yang sudah tinggal di suatu tempat tertentu sepanjang hidupnya.


Orang yang berdemokrasi (tergantung pada warganegara) antara lain :

3     Sadar akan hak mereka dan tanggungjawabnya sebagai warga Negara;
4     Menginformasikan tentang sosial dan politik;
5     Perduli terhadap kebutuhan orang lain;
6     Menyatukan pendapat-pendapat mereka dan berargumentasi
7     Mampu memiliki suatu pengaruh di dunia;
8     Aktif dalam masyarakat mereka;
9     Bertanggung jawab dalam beraksi sebagai warga negara.

2.2.4       Hak dan kewajiban warga negara
Hak adalah  sesuatu  hal yang diberikan kepada kita. Kita memiliki hak-hak, yang diperoleh dari hukum, dan juga memiliki tanggung jawab. Tanggung-jawab akan diakui (sebagai contoh, membayar pajak dan tidak melawan hukum) atau mereka menjadi bermoral (apa yang kita pikir adalah hak dan benar).Jika seseorang mempunyai hak untuk berbicara bebas, anda tidak bertanggungjawab untuk mengadili, bila mereka melakukan seperti itu (dan apabila ya, hapus hak mereka). Jika anda mempunyai hak bersekolah, seseorang punya tanggungjawab menyiapkannya buat anda dan anda punya tanggungjawab untuk tidak melupakan pelajaran dan menjaga teman sekelas anda dari hak untuk sekolah.



2.2.5  Tanggung Jawab
Tanggungjawab dapat di pandang sebagai suatu respon terhadap individualisasi dan fragmen dari masyarakat kita. Tanggung jawab memberi peluang dasar moral baru untuk tinggal bersama. Bagaimanapun tanggung jawab sebaiknya tidak dikurangi dalam kesepakatan.

Hak-hak mempunyai hubungan terhadap tanggung jawab

Setiap hak berimplikasi dengan suatu tanggung jawab dan tidak selalu digunakan untuk menentang hak orang. Sebagai contoh, hak kebebasan dari pergerakkan tidak akan memberi saudara hak melakukan perjalanan yang salah pada jalan satu arah. Berdasarkan pengalaman,bila hak ini digunakan akan menciptakan bahaya untuk orang lain, dan meniciptakan kekacauan sosial.


2.2.6 Kepemerintahan

Konsep “kepemerintahan” bukanlah barang baru. Konsep ini hampir setua peradaban manusia. sederhananya “kepemerintahan” adalah: proses pengambilan keputusan dan proses yang digunakan untuk menerapkan (atau tidak menerapkan) keputusan tersebut. Kepemerintahan bisa digunakan dalam sejumlah konteks seperti kepemerintahan korporasi, kepemerintahan internasional,kepemerintahan nasional, dan kepemerintahan daerah.

Istilah kepemerintahan digunakan untuk menjelaskan cara yang dipakai untuk memerintah suatu negara. Istilah ini memiliki makna yang lebih luas dibandingkan dengan istilah pemerintah. “Pemerintah” menjelaskan proses administratif, ekonomi dan politis yang dilakukan oleh partai politik yang sedang berkuasa. Ini bisa disebut sektor pemerintah.

Kepemerintahan yang baik dicapai dalam sistem politik demokratis dimana segala tindakan ketiga sektor tersebut diatas berkontribusi pada kebaikan masyarakat. Hal ini paling mungkin terjadi jika sektor pemerintah memiliki institusi sektor umum berkualitas tinggi dan jika negara tersebut memiliki masyarakat sipil yang kuat. Institusi sektor umum mengatur administrasi pemerintah sehari-hari. Mereka bertanggung jawab untuk penyediaan barang dan jasa seperti pasokan listrik dan penyediaan pendidikan.

Kepemerintahan yang baik berarti bahwa kegiatan institusi tersebut transparan dan terbuka untuk sspenyelidikan umum.


2.2.7       Ciri-ciri Kepemerintahan Yang Baik

Kepemerintahan yang baik mempunyai 8 ciri. Mereka adalah berpartisipasi, berorientasi pada konsensus, akuntabel, transparan, responsif, efektif & efisien, adil dan inklusif serta mengikuti aturan hukum. Hal ini menjamin bahwa korupsi diminimalisasi, pandangan kaum minoritas diperhatikan, dan suara kelompok yang mudah diserang didengar dalam pengambilan keputusan. Dan juga responsif terhadap keadaan dan kebutuhan masyarakat saat ini dan dimasa datang.

Korupsi  adalah  penyalah-gunaan  jabatan dengan maksud untuk memperkaya dirisendiri, hal ini merupakan kebalikan dari kepemerintahan yang baik.


Akuntabel adalah kepemerintahan yang :
-          Baik
-          Bersih (tidak korupsi)
-          Bertanggung jawab

Didalam kepemimpinan itu ada system, system didalamnya :
-          Aturan
-          HAM (hak asasi manusia)
-          Dll.


dan yang mengatur itu manusia (pimpinan/manajer).suatu organisasi tidak aka nada tumpangan antara semua pegawai.artinya pimpinan harus mendengar aspirasi – aspirasi dari bawahannya. Suatu keputusan harus melewati analisis, agar keputusan tersebut menjadi matang
2.3 MENGEMBANGKAN BUDAYA MUTU



            Budaya mutu ditingkat personal, tempat kerja, dan institusional 3 kata tersebut sangat melekat pada diri kita sendiri, mutu itu dilihat dari sudut manusia serta barang/jasa.

Pimpinan tidak akan dikatakan berhasil apabila mahasiswa tidak berjuang.untuk dapat berjuang. Untuk dapat berjuang harus mengacu  pada visi dan misi.kerja kelompok sangat penting.


2.3.1       Perilaku Mutu

Mutu bila didefinisikan secara umum dan dalam ruang lingkup yang luas adalah:
3               sifat penting yang mampu membedakan sesuatu atau seseorang;
4               tingkat atau angka keunggulan atau harga: "kualitas mahapeserta didiknaik";
·                sesuatu yang melekat pada suatu entitas dan nyata: “masing-masing kota mempunyai mutunya sendiri”;
·                warna nada: (musik) milik bunyi khas kompleks (suara atau bunyi atausuara musik); "warna nada penyanyi sopran kaya dan bagus";
·                terpilih: superior angka; "kertas mutu"; "memilih bananas
·                status sosial yang tinggi; orang kualitas".



2.3.2       Perilaku mutu dalam pikiran

Memang mutu dan etika memiliki satu premis inti yang sama yaitu melakukan hal yang baik dengan benar, dengan kata lain memanifestasikan perilaku mutu. Etika bukanlah ajaran mutu yang eksklusif, begitu juga sebaliknya. Etika adalah sekumpulan prinsip atau standar tindakan manusia yang mengatur perilaku individu dan organisasi. Etika mengetahui hal apa yang benar dan mempelajari saat seseorang tumbuh dewasa.

Etika bisa berbeda bagi orang yang berbeda, khususnya saat ada tenaga kerja internasional dalam sebuah organisasi dengan berbagai norma budaya yang berbeda. Karena tiap individu memiliki konsep sendiri tentang apa yang benar, maka organisasi perlu membuat standar atau kode etik organisasi.


2.3.3       Tujuh kebiasaan orang yang sangat efektif.
Seorang peneliti terkenal Stephen R. Covey menyampaikan berdasarkan penemuannya keberhasilan etika ada beberapa karakter, seperti integritas, kerendahan hati, ketaatan, emosi, keberanian, keadilan, kesabaran, industri, kesederhanaan, keramahan dan Aturan Emas “Jangan melakukan sesuatu pada orang lain apabila anda tidak mau orang lain melakukan sesuatu pada diri anda”. Ketujuh kebiasaan tersebut merupakan pendekatan yang sangat terpadu yang bergerak dari ketergantungan (saudara harus menjaga saya) ke ketidak tergantungan (saya bisa menjaga diri) sampai ke saling ketergantungan (kita bias lebih baik jika bersama).




2.3.4       Perilaku mutu tubuh

Memindahkan dimensi fisik berarti megikuti gizi yang baik, istirahat dan relaksasi dan olahraga  teratur. Mari kita melihat gizi yang baik dan pentingnya kesehatan fisik yang baik.


Pentingnya gizi yang baik

Makanan cepat saji yang palsu, dibungkus, dan tidak sehat hanya satu contoh yang paling dramatis dari penurunan mutu makanan dalam hidup kita, dan merupakan ancaman besar bagi kebaikan budaya dan lingkungan kita. Yang disayangkan, makanan cepat saji biasanya berarti lebih banyak kalori, lemak jenuh, pemanis buatan dan karbohidrat dibanding makanan “lambat saji”. Menyebabkan kerusakan lingkungan melalui pembungkusan berlebih dan penebangan hutan untuk perburuan hewan.


Hal-hal yang harus dihindari untuk tetap sehat :

• merokok;
• alkohol dan obat-obatan;
• obat palsu;
• seks tidak aman yang mungkin menyebabkan HIV/AIDS;
• kontak dengan spesies hewan yang mungkin menimbulkan flu burung.





2.3.5        Kode tindakan dalam profesi



-                Apa Kode Profesional?

Kode Profesional adalah dengan memandangnya sebagai pendekatan tersistem untuk menengahi masalah-masalah yang bisa terjadi jika seseorang memakai beberapa topi. Pandangan lain menyatakan bahwa Kode Formal tidakan merupakan gambaran hubungan antara masyarakat dengan warga negara yang baik.





-                Kode tindakan memiliki disiplin dan konteks khusus

kejujuran, keadilan, tidak membahayakan, dan berjalan untuk meningkatkan mutu kehidupan sebanyak mungkin. Kode profesional adalah pernyataan nilai yang harus dimiliki oleh seseorang yang disiplin.


            Dalam pembelajaran Qms ini saya mendapat manfaat yang banyak, khususnya dalam hal Etika, moral, dan disiplin. Qms diajarkan untuk membentuk suatu karakter yang beretika, mempunyai moral, dan disiplin.karena nantinya etika, moral, dan disiplin akan dibawa terus – menerus didalam kehidupan.















BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Dari pembahasan tiga Materi yaitu : Globalisasi dan Daya Saing, Warga Negara dan Kepemerintahan Yang Baik, dan Mengembangkan Budaya Mutu ini maka penulis mendapat kesimpulan sebagai berikut :

v  Globalisasi telah mendunia dengan adanya teknologi – teknologi yang semakin berkembang pesat.dengan adanya teknologi tersebut tidak heran bahwa dunia semakin bersaing.untuk memanfaatkan teknologi tentunya harus mempunyai skill yang berpengetahuan agar dapat bersaing dengan dunia usaha.

v  Kepemerintahan akan berjalan dengan lancar apabila pemerintah tersebut baik, bersih, dan adil.kepemerintahan yang baik adalah mengerti akan kebutuhan masyarakartnya, dengan mendengarkan aspirasi – aspirasi dari masyarakat.

v  Mengembangkan Budaya Mutu dalam kehidupan sehari – hari adalah sikap penting yang harus dimiliki manusia untuk membentuk suatu karakter manusia.budaya mutu sangat penting untuk memperlihatkan diri masing – masing sehingga menjadi Berkualitas.



3.2 Saran
           
            Dalam pembelajaran Quality Management System harus lebih ditingkatkan lagi agar matang untuk membentuk karakter atau mental manusia yang siap untuk terjun kedalam dunia kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar